SEJARAH SALMAN AL-FARISI

PAUD SALMAN AL-FARISI

Sejak awal berdirinya para pendiri berkonsentrasi kepada pendidikan anak usia dini. Ide tersebut dimulai pada awal tahun 1993 dari seorang Ibu rumah tangga bernama Wiwik Hapsari, drg. Saat itu profesinya sebagai dokter gigi belum menyita waktunya, sehingga kesempatan ini digunakannya untuk mengawali pendidikan anak usia dini di rumah kontrakannya di Jeruk Legi Banguntapan Bantul. Pada masa itu belum ada pendidikan yang berkonsentrasi untuk anak usia dibawah 4 tahun. Yang ada adalah Bina Keluarga Balita (BKB) yang ada di POSYANDU namun kegiatannya hanya seputar pemberian makanan bergizi dan penimbangan berat badan, sedang untuk stimulus tumbuh kembang anak usia dini masih minim dilakukan ibu-ibu kader POSYANDU tersebut. Oleh karenanya tetap dperlukan pendidikan alternatif usia dini yang lebih komprehensif dalam penanganan anak usia dini, selain memperhatian pertumbuhnanya juga perkembangannya secara optimal dalam berbagai aspek perkembangan.

Dengan pengalamannya selama kuliah di Universitas Indonesia (UI) dan turut beramal dalam pendirian beberapa wajihah ‘amal di Jakarta seperti salah satu pedirian Taman Quran atau Taman kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) sekarang dan Ma’had Murabbiyah Al-Aulad (MMA). Bu Wiwik membuat proposal pendirian pada akhir tahun 1993. Dan memagangkan beberapa SDM ke Jakarta dan menawarkan pada akhwat yang siap untuk sekolah di MMA dengan biaya sendiri. Maka ada dua akhwat saat itu yaitu Gunarti, S.IP dan Sanitri JNA, S.Sos yang keduanya telah lulus bersedia dengan biaya sendiri menuntut ilmu di MMA.Sedang yang hanya Observasi adalah Siti Urbayatun dan Rahma Widyana.

Pendidikan anak yang telah dimulai berjumlah 4 anak ( Asma, Jundi, Faros, Fatimah) dengan empat guru akhwat yang belum lulus, tiga dari IKIP Karang Malang (Susana, Laili dan Retno) dan satu dari UIN (Erma R). Mereka melaksanakan kegiatan di rumah kontrakannya selama lima… bulan. Yang tadinya di rumah Bu Wiwik. Kegiatan belajar mengajar sudah berjalan meski belum setiap hari. Dan dilakukan bergantian karena mereka masih menyelesaikan tugas akhirnya.

Bu Wiwik selalu melaporkan kondisi anak-anak dan guru kepada teman-teman. Dan berusaha mencari dukungan pada teman-teman yang siap menjadi pengelola Kelompok Bermain (KB) Quratul’ayyun ini. Beliau sebagai pimpinan saat itu merasa tidak bisa sendirian untuk menjalaninya. Ibu Urba yang selama ini membantu ditetapkan sebagai pimpinan pengelola, dan bu Rahma sebagai sekretaris dan Bendahara. Pada masa itu mereka mencoba melobby bapak-bapak untuk membantu pengadaan tempat bagi cikal bakal sekolah ini.

Alhamdulillah saat itu Bapak Mujidin menawarkan tempat di Masjid Muad bin Jabal. Namun ternyata kami tidak sendiri, kami akan bersama dengan saudara kami yang juga sudah merintis pendidikan Taman kanak-kanak (TK) sebelumnya di rumah juga yang dipimpin Bu Lilik. Jadilah kami bersama menempati Masjid Muadz Bin jabal, anak TK dipimpin Bu Lilik dan anak KB dipimpin Bu Wiwik. Anak-anak kami yang 4 orang dan gurunya berpindah tempat disana. Selama berada di sana Bu Muzna mulai diminta membantu pengelola. Dan keterlibatanya direncanakan untuk membuka kelas baru di utara.maka pada tahun pada akhir 1994 didirikan kelas di Jongkang dengan lima anak( Aska, Hafsoh, Umar, Ahsan, Hasan ) bertempat di sebuah rumah akhwat Tri Winarsih, S.P. Bu Muzna diminta sebagai penanggungjawabnya saat itu. Maka setiap rapat pengelola kami saling berkomunikasi melaporkan perkembangan yang ada di Muadz dan di Jongkang. Kami bertiga (Bu Urba, Bu Wiwik dan Bu Muzna) kadang berempat dengan Bu Rahma. Setelah berjalan 4 bulan bagian selatan berlokasi di muadz Bin Jabal dan bagian selatan di Jongkang, akhirnya diputuskan untuk menggabungkan keduanya di Jongkang dengan pertimbangan efektifitas pengajar yang mulai sibuk dengan kuliahnya. Seiring perkembangan jumlah murid dan kurangnya lokasi belajar akhirnya diputuskan untuk memindahkan lokasi sekolah di Pogung Baru A 17 dengan jumlah murid 22 anak.

TKIT

Pada tahun 1995 anak-anak yang pada awalnya berusia 1,5 tahun dan 2 tahun, kini telah berusia 4 tahun dan telah membutuhkan pendidikan selanjutnya yaitu Pendidikan Taman kanak-kanak. Kurikulum yang ddigunakan sebelumnya mengacu pada hasil study banding dari TQ Nurul Fikir dan TQ Al-Hikmah di Jakarta. Dengan tetap memperhatikan tumbuh kembang anak yang ada pada BKB. Pada bulan Mei 1995, Bu Gunarti dan Bu Sanitri telah kembali dari Jakarta dan telah lulus dari MMAnya. Sehingga pada bulan itu kami melakukan pelatihan sepekan untuk memahami Kurikulum TK sampai penerapannya pada anak-anak kami angkatan pertama.

Pada awal mengawali TK ini kami pengelola meminta bantuan seorang Bapak yang bersedia menajdi ketua Yayasan Kami yang pertama. Sehingga persoalan-persoalan pengelolaan yang tadinya ibu-ibu semua dapat tersosialisai bapak-bapak yang saat itu sedang berkonsentrasi mendirikan SDIT. Alhamdulillah pada tahun itu juga Ketua Yayasan kami mendapatkan pinjaman tempat di Jalan Janturan di tengah sawah. Gedung yang akan kami tempai itu bernama Lembaga Pendidikan Quran (LPQ). Lembaga ini melakukan kegiatan TPA di sore hari, sedang pagi hari gedung berlantai dua ini kosong. Saat pertama kami melihat, gedung ini belum memiliki jendela dan pagar pembatas di lantai dua dan belum bersekat. Yang sudah layak di tempati adalah lantai bawah yang terdiri dua ruangan kelas dan satu untuk kantor, dua kamar mandi dan dapur. Kondisi ruangan lembab dan gelap. Meski demikian kami semua bersyukur dan pindahan pada tahun Pelajaran 1995-1996 setaleh dilakukan mengecatan ulang, kamipun mulai menempati lokasi baru tersebut.

Di bawah pimpinan Ketua Yayasan Bapak Arief Rahman Hakim. Sekolah sudah tampak sebagai lembaga pendidikan formal. Sehingga Sekolah mandiri melakukan kegiatannya dengan seorang kepala sekolah yang definitif dari yayasan. Kepala Sekolah Pertama adalah Ibu Muzna Nurhayati, A.Md. dengan wakilnya Ibu Tri Nunung Bintari. Nama lembaga pun dirubah dari TQ Qurata’ayyun menjadi TK Islam Salman Al-Farisi. Pada tahun 1996 Bu Nunung pindah ke Bantul untuk amanah baru TK di Bantul.Wakasek digantikan Ibu Gunarti. Pada tahun 1996 inilah kami menyebutnya sebagai tahun GO PUBLIC untuk TKI Salman Al-Farisi. Kami siap menerima murid dari berbagai kalangan. Alhamdulillah murid kami untuk pertama kalinya meningkat dari 48 menjadi 78 anak. Pada tahun 1997 Ketua Yayasan digantikan oleh Bapak Suprih Hidayat, S.Sos. Kepengurusan lengkap dengan tambahan anggota : Bapak Darul Falah, S.Hut, Setiaji Heri Saputra, S. Hut, Bapak Ishak, bapak Drs. Adi Enggar, Ibu-ibu masih namum sudah tidak terlalu aktif. Karena tugas mereka yang baru.

Mulai tanggal 17 Januari 1997 tersebut TKIT Salman Al Farisi resmi di bawah tanggungjawab Yayasan Sosial dan Pendidikan Salman Al Farisi dengan Akte Notaris Mochammad Agus Hanafi,SH No. 47/ 1997. Selanjutnya yayasan secara resmi mendaftarkan TK Islam Salman Al-Farisi sebagai Raudhatul Athfal (RA) di Departemen Agama Kota Yogyakarta pada tahun 1998 dengan ijin pendirian Nomor : WI/6/PP.004.Ktr./630/98. Kemudian resmi beralih di bawah pembinaan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pada tahun 2006 dengan ijin pendirian Nomor : 188/ 4070. Dan telah diperbaharui dengan Akte Notaris Mochammad Agus Hanafi,SH No.5/Yysn/Not/2007 tanggal 17 Januari tahun 2007.

Akhir tahun 1999-2003 kami menempati LPQ murid kami 105 orang. Karena perjanjian menempati gedung sudah selesai. Dan harus pindah lokasi di Jalan Umbul Raya menempati kontrakan Rumah H. Hadi Sumarno selama 3,5 tahun. Pada tahun 2001 kita membuka lokasi baru KB-TKIT serta SDIT di Klebengan dengan jumlah murid KB 12 anak, TK dengan jumlah 9 anak dan murid SD 8 anak. Lokasi tepatnya berada di SD Negeri Catur Tunggal II yang sudah tidak dipakai karena tidak ada muridnya. Sedang Yayasan baru mengusahakan membebaskan tanah yang ada di timur LPQ, selatan makam seluas 200 m2. Dan melobby yang punya Ibu H. Mino untuk mewakafkan tanahnya sebagian. Ibu Mino bersedia mewakafkan 100 m2 tanahnya untuk menjadi Mushola bagi masyarakat sekitar. Dan Yayasan hanya membayar seluas 100m 2 dengan harga murah per meter Rp. 150.000. Alhamdulillah sekolah memiliki dana wakaf dari seorang Donatur sebesar Rp. 50 Juta . Dana ini dapat menutupi kebutuhan tersebut dan sisanya untuk untuk pengembangan TKIT Salman 2 dan SDIT Salman Al-Farisi. Dan pada saat membangun gedung Yayasan sudah berganti.

Ketua yayasan berganti pada tahun 2001 pada saat penambahan lembaga. Dari bapak Suprih Hidayat, S.Sos kepada Bapak Dr. Harwin Saptoadi, M.Sc. Dan di Lembaga dilakukan serah terima dari Kepala TKIT Salman Al-Farisi Ibu Muzna Nurhayati, A.Md kepada Ibu Widya Kusumarwati, A.Md untuk TKIT Salman Al-Farisi 1 dan kepada Ibu Erma Rahmawati, S.Ag sebagai kepala TKIT Salman Al-Farisi 2. Dan Ibu Muzna sementara mengajar di SDIT Salman Al-Farisi dengan tambahan job mengawali adanya SDM di kepengurusan Yayasan yang baru.

TKIT Salman Al-Farisi 2 mengawali dengan dua kelompok yaitu kelompok Bermain dan TK A menempati gedung mantan Sekolah Dasar Catur Tunggal II Klebengan CT VIII/18 B Depok Sleman. Murid pertama Kelompok KB 12 anak dan yang TK 10 anak. Selanjutnya pada tahun 2006 TKIT Salman Al-Farisi 2 berganti Kepala sekolah menjadi Ibu Ir. Ani Dwi Lestari karena Bu Erma menjadi PNS di Departemen Agama Kulonprogo. Sedang di TKIT Salman Al-Farisi 1 Kepala Sekolah digantikan Ibu Nuzul Hidayati, A.Md Karena Bu Widya diperbantukan di Staf SDM Yayasan bagian Kesejahteraan.

Sejalan dengan waktu tempat di SDIT tidak lagi mencukupi untuk murid TK maka Yayasan pada tahun 2007 mengupayakan membebaskan tanah seluas 600 m 2 di Jalan Mangga no 17 belakang SDIT Salman Al-Farisi. Dan dapat terbangun gedungnya pada tahun tersebut. Pada tahun 2008 Yayasan menambah bagian atas dan kini sudah lebih dari 80 % bagunan TKIT Salman Al-Farisi 2 selesai. Masih kurang lokasi kantor dan SDM yang belum dibuat sesuai gambar awal. Dan musholanya belum berfungsi sebagaimana dalam perencanaan semula.

SDIT

Pada bulan Mei 2001. Rapat Yayasan pada saat itu dilaksanakan dihadiri : Pak Suprih Hidayat sebagai Ketua dengan beberapa anggota Sudiyatno, Dadan R, menetapkan untuk mendirikan SDIT Salman Al-Farisi. Dengan usaha mencari lahan Sdnegeri yang sudah tidak digunakan lagi. Yayasan mensurvai informasi dari Dinas Pendidikan Kab. Sleman ada tiga lokasi. Dan Kami memilih yang di Klebengan dengan pertimbangan tempat ini yang paling strategis. Setelah ada ijin dapat digunakan, maka hanya dalam waktu 2 bulan kami menyiapkan SDIT Salman Al-Farisi. Dengan Kepala Sekolahnya adalah Bapak Drs. Sudiyatno, ME. Dan tujuh guru ( Bu Muzna, Bu Darsini, Pak Ali, bu Bu Nurul Hasanah dari TK, Bu Sumarsiyem, Bu Nurkayati dan Pak Siswo) menerima tujuh murid pertama.

Pada tahun 2002 kepala sekolah digantikan oleh Bapak Ali Imron S.Pd yang sudah lulus. Dan Bapak Sudi kembali sebagai Bidang Pendidikan Yayasan. Sekolah berkembang dari tahun ketahun. Sehingga TK tidak dapat lagi bersama. Maka Setelah TK memiliki Gedung sendiri SDIT juga semakin berkembang. Pada tahun 2007 Yaysan dan Sekolah sepakat membebaskan tanah di utara SD seluas 2000 m2. Namun setelah setahun upaya menggalang dananya tidak memadai untuk memberi uang muka pembelian tanah. Maka dicari alternatif untuk mencari lokasi yang lebih luas dan harga lebih murah. Pada bulan November 2008 Yayasan emutuskan mebeli tanah seluas 2850 m 2 di dusun Jetis, Wedomartani Sleman di utara Stadion Slemania dengan harga 400.000 / m. dengan dana yang dimiliki yayasan telah melunasi separuh dari harga yang disepakati yaitu Rp. 1.140.000.000. Dan untuk pembangunan tahap awal, Yayasan mendapatkan bantuan dari Qatar Charity.

MITRA KREASI

Dari awal berdirinya Salman Al-Farisi sebagai pengawal TKIT di Yogyakarta maka sering Kepala Sekolah waktu itu diminta untuk membantu berdirinya TKIT di tempat lain. Mulai dari TKIT Nurul Islam di Nogotirto, TKIT Baitus Salam di Prambanan, TKIT Ibnu Abbas di Kebumen, dan TKIT lainnya. Dengan penngalaman tersebut Bu Muzna melihat peluang untuk dibuatnya lembaga Pelatihan yang pada tahun 2001 diberi nama Mitra Kreasi, dengan asumsi bahwa Salman Al-Farisi bermitra dengan lembaga manapun untuk pengembangan Lembaga Pendidikan Islam dan Islam Terpadu serta pengembangan SDMnya. Meski baru diberi nama tahun 2001, kinerja kepla dan guru-guru Salman untuk membantu lembaga lain telah berjalan sejak tahun 1998.

Pada tahun awal Mitra Kreasi bekerjasama dengan Lembaga Lain dari Jakarta seperti PG Qatrunnada, TK Islam Kreatif Al-Fikri, TK Masjid Istiqlal dalam upaya mensosialisasikan pembelajaran moral yang menyenangkan. Selebihnya Salman bekerja mandiri melakukan pelatihan-pelatihan sesuai permintaan lembaga lain. Dari tahun 1998 sampai 2008 terhitung sudah 100 kali pelatihan yang dilakukan. Kota tujuan yang pernah mengadakan pelatihan berkerjasama dengan Mitra Kreasi Salman Al-Farisi adalah : Yogyakarta, Kebumen, Temanggung, Banjar Negara, Salatiga, Surakarta, Pati, Kudus, Sragen, Blitar, Magelang, Boyolali dan Lombok.

Mitra Kreasi mengembangkan programnya pada tahun 2002 dengan membuka Kursus Singkat yang awalnya ditujukan bagi SDM intern. Namun seiring waktu peserta kursus ini selalu diikuti peserta dari luar, sehingga pada pelaksanaanya selalu dipublikasikan juga bagi guru dan orangtua dari luar. Dalam perjalanannya Kursus selalu terlaksana dua kali dalam satu tahun pelajaran yaitu di bulan September- November dan Maret – April. Lamanya waktu Kursus adalah dua bulan dengan pembiayaan pedaftaran, modul dan biaya kursus sebesar Rp. 300.000.

Kini Mitra Kreasi selain melakukan pelatihan keluar juga melakukan pembinaan SDM di dalam dalam program rutin Pembinaan dan terus bekerjasama dengan para pakar dan lembaga lain yang mendukung pengembangan SDM lembaga Islam. Dan Tetap melakukan Up Grading bagi SDM barunya dalam Program Kursus Singkatnya. Dan telah memiliki aturan baku bagi seluruh pelaksanaan kegiatannya.

BURSA SALMAN AL-FARISI

Dari awal berdirinya, sekolah telah melakukan usaha dalam bidang jual beli kebutuhan sandang dan pangan guru-guru. Dimulai oleh penanggungjawab Kesejahteraan sekolah. usaha ini berkembang terus hingga sekolah dapat memiliki Koperasi Sekolah khususnya di Salman Al-Farisi 1. Setelah berdiri Salman 2 dan SDIT maka kegiatan usaha ini juga berkembang di Salman 2 dan SDIT. Maka pada tahun 2007 Yayasan menyepakati untuk membuka BURSA SALMAN yang terpusat dan berlokasi di SDIT Salman Al-Farisi.

Kesan Pertama

Di tahun ini bulan juni saya pertama kali menapaki dunia pendidikan anak2. Setelah 2 tahun kelulusan dari akademi gizi dan setelah seorang sahabat mengajak untuk mengikuti tes menjadi guru di Taman kanak-kanak Islam Salman A-Farisi (SAF) jadilah saya seorang guru TK. Sebuah profesi yang tadinya tidak pernah saya bayangkan untuk dijalani.

Kelompok bermain dan taman kanak-kanak SAF saat itu baru mempunyai 12 guru dan sekitar 50 an murid. Dan perintisan KB-TK ini sudah dimulai sejak 1994, saya masih kuliah waktu itu. Menempati gedung sederhana berlantai 2 pinjaman dari Taman pendidikan Al-Qur’an yang aktif di sore hari saja.jadilah SAF harus berbagi kelas,alat permainan,alat tulis,dsb. Guru yang berkendaraan motor bisa dihitung dengan jari kanan,he..he…bahkan ortu murid yang rumahnya dekat dengan SAF kadang juga meminjam motor bu guru.Guru2 yang asalnya dari luar kota mengontrak satu rumah,dinamakan Rumaisho, ada 4 guru. Saya sendiri yang saat itu masih lajang tinggal di rumah ortu sendiri.

Kesan pertama masuk SAF ada beberapa hal yang sampai saat ini masih teringat :

  1. Saat tes baca Qur’an (salah satu tes syarat menjadi guru salman ) ternyata saya baru sampai jilid 3 standar sistem Qiro’ati semarang. padahal di setiap sore di TPA Iqron saya guru ngaji untuk anak2 tetangga, dan menurut standar Iqra’ Yogya, saya sudah lulus untuk menjadi guru ngaji.Yaap harus kerja keras lagi supaya bisa mendapat syahadah ( semacam ijazah kelulusan sudah baik baca Al-Qur’an standar Qiro’ati ). Alhamdulillah satu tahun kemudian ijazah ini bisa saya raih.
  2. Melihat anak2 usia 3 – 5 tahun sudah hafal 1/2 juz 30 dan hafal do’a2 harian yang saya belum hafalkan serta beberapa hafalan hadits pendek yang mempercantik akhlaq mereka,saya tergugu dan merasa harus banyak belajar dari mereka.
  3. Rentang jam belajar yang lebih panjang dari tk pada umumnya membuat saya harus beradaptasi 3 bulan, sepulang mengajar langsung KO,he…he…..ternyata stamina saya kalah dibanding anak2 didik saya. Oya tk pada umumnya belajar dari jam 8 sd jam 10 pagi, sedang di SAF dari jam 8 pagi sampai jam 1 siang.Beberapa hal yang menjadi pertimbangan adalah SAF ingin menjadikan sholat sebagai pembiasaan semenjak dini, sehingga sholat dhuhur harus dilewati, selain itu pembiasaan makan secara islami juga diinginkan SAF dan banyak pembiasaan2 lain yang membutuhkan rentang waktu yang panjang setiap harinya untuk diamati.
  4. Lingkungan Islami yang saya temukan bersama rekan2 baru , semua ibu guru tidak ada bapak guru, berjilbab rapi, sederhana dan saling menyanyangi.Membuat saya tambah sayang berada di tengah2 mereka. Apalagi anak2 yang masih berada di fitrohnya membuat kangen bila sehari tidak berjumpa mereka.
  5. Adanya perpustakaan di SAF. walaupun saat itu kita belum punya gedung ,tapi semangat untuk membaca terus ditumbuhkan dengan adanya perpustakaan SAF. banyak buku2 yang jadi rujukan kami adalah buku yang dibeli dengan cara mengangsur, atau pinjaman guru atau ortu atau sumbangan dari donatur.

Di tahun ini saya membantu rekan guru di kelas kelompok bermain. Senangnya bisa belajar dan mengajar anak2……….

Penulis: Wiedya Kusumarwati (Guru TK Salman Al Farisi)

KESEMPATAN BERGABUNG DENGAN
YAYASAN SALMAN AL-FARISI

MEMBUTUHKAN TENAGA PENGAJAR SEBAGAI BERIKUT :

3  ORANG GURU TAMAN BALITA  (LULUSAN PGTK/PLS/ PAUD/BK (Penyayang Anak)

1  ORANG  GURU TK  (LULUSAN PGTK/PLS/ PAUD/BK (Penyayang Anak)

3  ORANG GURU SD (S-1 PAI/MIPA/BAHASA/SENI MUSIK/PGSD)

4  ORANG KARYAWAN :  TU, Keuangan K-3 dan Penjaga (D-3/S-1 AKUTANSI DAN ADMINISTRASI PERKANTORAN/ SMA)


PERSYARATAN UMUM :
1. MUSLIM/MUSLIMAH
2. BERAKHLAQ ISLAMI
3. MEMILIKI KOMITMEN DAKWAH DI BIDANG PENDIDIKAN
4. MEMILIKI DEDIKASI YANG TINGGI
5. SANGGUP MENGIKUTI SELURUH PROSES REKRUITMEN YANG TELAH DITENTUKAN
6. MEMILIKI PENGALAMAN DI BIDANG PENDIDIKAN ANAK

PERSYARATAN KHUSUS :
1. SURAT LAMARAN KERJA
2. FOTO COPY IJAZAH TERAKHIR SESUAI DENGAN SPESIFIKASI DIATAS
3. PAS FOTO 4X6 2 LEMBAR, 3X4 2 LEMBAR
4. FOTO COPY KTP YANG MENDUKUNG
5. FOTO COPY SERTIFIKAT YANG MENDUKUNG
6. CURICULUM VITAE


PELAKSANAAN TES TULIS

HARI, TGL : SABTU, 28  FEBRUARI 2009
JAM : 08.00 – SELESAI
TEMPAT : SDIT SALMAN AL FARISI

PENGUMUMAN HASIL TES TULIS
HARI, TGL          : RABU,  4 Maret  2009
JAM : 10.00 WIB
TEMPAT : SDIT SALMAN AL FARISI

PENDAFTARAN PALING LAMBAT
TANGGAL 27 FEBRUARI 2009 JAM  11.00 WIB

TEMPAT PENDAFTARAN :

KANTOR YAYASAN SALMAN AL FARISI

ALAMAT :
KOMPLEK GEDUNG  SDIT SALMAN AL FARISI KLEBENGAN
CT.VIII/B-18 CATURTUNGGAL DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA
TELP. (0274) 7481819, (0274)925 2002, (0274)7489591
http://www.salmanalfarisi.web.id
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.